PENINGKATAN KEMANDIRIAN SISWA LUAR BIASA MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS PRAKTIK MERACIK KOPI TRADISIONAL MELAYU

Authors

  • Lestari Rahayu Magister pedagogi, UMRAH Author
  • Muhamad Risky Magister Pedagogi, UMRAH Author
  • Dody Irawan Magister Pedagogi, UMRAH Author

Keywords:

kemandirian siswa, pembelajaran kontekstual, pembuatan gula aren tradisional

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian siswa berkebutuhan khusus melalui pembelajaran kontekstual berbasis praktik pembuatan kopi gula aren tradisional khas Kepulauan Riau di SLB Negeri Bintan. Pendekatan ini dipilih karena mengintegrasikan kegiatan pembelajaran dengan pengalaman nyata siswa serta praktik budaya lokal, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih bermakna dan fungsional. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang menekankan empat tahapan dalam setiap siklus, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi untuk meningkatkan praktik pembelajaran secara sistematis dan reflektif. Subjek penelitian adalah siswa SMALB yang terlibat dalam kegiatan pembuatan gula aren, yang menuntut keterlibatan aktif, tanggung jawab, serta pemahaman prosedural. Hasil pra-siklus menunjukkan bahwa kemandirian siswa masih rendah, yaitu sebesar 39,6%, yang ditandai dengan minimnya inisiatif, ketergantungan tinggi pada guru, serta kesulitan dalam menyelesaikan tugas secara mandiri. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya intervensi pembelajaran yang menekankan praktik langsung dan pembelajaran kontekstual. Setelah pelaksanaan Siklus I, kemandirian siswa meningkat menjadi 63,75%; namun peningkatan tersebut belum optimal karena siswa masih memerlukan bimbingan pada sebagian besar tahapan kegiatan. Pada Siklus II, kemandirian siswa meningkat secara signifikan menjadi 90%, dengan siswa menunjukkan peningkatan inisiatif, tanggung jawab, serta kemampuan menyelesaikan proses pembuatan gula aren tradisional secara mandiri sesuai prosedur yang ditetapkan. Peningkatan ini menunjukkan bahwa siklus berulang yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi memungkinkan siswa untuk secara bertahap menginternalisasi keterampilan dan mengembangkan regulasi diri. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual berbasis praktik yang berlandaskan budaya lokal efektif dalam meningkatkan kemandirian siswa SMALB serta dapat menjadi model pembelajaran yang relevan secara budaya dan berkelanjutan dalam konteks pendidikan khusus.

Downloads

Published

2026-05-31

How to Cite

PENINGKATAN KEMANDIRIAN SISWA LUAR BIASA MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS PRAKTIK MERACIK KOPI TRADISIONAL MELAYU. (2026). PEDAGOGI : JURNAL PENELITIAN DAN PENDIDIKAN, 13(1), 57-66. https://pedagogi.uniku.ac.id/pub/article/view/107

Similar Articles

11-17 of 17

You may also start an advanced similarity search for this article.